Perkuat SDM Maritim Kepri, UHT Sosialisasikan Magister Teknik Kelautan Jalur RPL di Batam

PENDIDIKAN Uncategorized

BATAM –IBN– Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor kemaritiman nasional. Melalui Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan (FTIK), UHT menggelar sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Program Studi Magister Teknik Kelautan (S2 MTK) di Batam Hills Golf Resort, Sekupang, Kota Batam, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Temu Alumni dan Reuni IKA UHT BAKARNANGSIJORI (Batam, Karimun, Natuna, Singapura, Johor, dan Riau) bertajuk “Breaking Distance, Kembali Bersua di Batam”. Acara dihadiri puluhan alumni FTIK UHT lintas angkatan, praktisi galangan kapal, industri offshore, hingga perwakilan instansi pemerintah dan swasta di wilayah Kepulauan Riau.

Rektor Universitas Hang Tuah, Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa penguatan kualitas SDM maritim merupakan bagian dari komitmen UHT sebagai perguruan tinggi berbasis kemaritiman dalam mendukung pembangunan sektor maritim nasional. Menurutnya, Batam dan Kepulauan Riau merupakan kawasan strategis yang membutuhkan SDM berkualitas untuk menopang pertumbuhan industri perkapalan, pelabuhan, hingga energi lepas pantai.

“Batam merupakan salah satu episentrum industri maritim Indonesia. Kehadiran Program Magister Teknik Kelautan UHT, khususnya melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan kesempatan kepada para profesional meningkatkan kualifikasi akademiknya tanpa harus meninggalkan tanggung jawab pekerjaan. Kami berharap sinergi antara perguruan tinggi, alumni, dan dunia industri dapat melahirkan SDM maritim yang unggul, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Avando.

Sejalan dengan visi tersebut, Ketua Program Studi Magister Teknik Kelautan UHT, Dr. Ali Azhar, S.T., M.T., memaparkan berbagai peluang bagi para profesional maritim untuk melanjutkan pendidikan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tipe A.

Menurutnya, jalur RPL memberikan pengakuan terhadap pengalaman kerja, sertifikasi kompetensi, maupun pelatihan profesional yang telah dimiliki calon mahasiswa untuk dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS).

“Melalui jalur RPL, para profesional dan praktisi maritim tidak perlu memulai dari awal. Pengalaman kerja dan sertifikasi yang relevan dapat dikonversi hingga 70 persen dari total SKS wajib. Dengan demikian, studi Magister Teknik dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat, minimal dua semester,” jelas Dr. Ali Azhar.

Selain jalur RPL, UHT juga tetap membuka jalur reguler bagi lulusan sarjana (S1) yang ingin melanjutkan pendidikan ke Program Magister Teknik Kelautan.

Secara institusi, Universitas Hang Tuah telah mengantongi Akreditasi Perguruan Tinggi “Unggul” dari BAN-PT. Sementara itu, Program Studi Magister Teknik Kelautan memperoleh akreditasi “Baik Sekali” dari Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM Teknik).

Program S2 Teknik Kelautan UHT memiliki kurikulum sebanyak 56 SKS yang dirancang fleksibel dan aplikatif untuk menjawab kebutuhan industri maritim modern. Mahasiswanya berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari industri perkapalan, BMKG, konsultan, lembaga pendidikan, TNI, hingga sektor offshore dan perikanan.

Ketua IKA UHT BAKARNANGSIJORI periode 2023–2026, Herdiangga Suwandarafidaswasra, S.T., menilai kehadiran Program Magister Teknik Kelautan UHT melalui jalur RPL menjadi jawaban atas kebutuhan peningkatan kompetensi para profesional maritim di wilayah Kepulauan Riau.

“Kehadiran Program S2 Teknik Kelautan UHT, khususnya melalui jalur RPL, menjadi solusi yang sangat tepat bagi alumni maupun praktisi di Kepulauan Riau untuk meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus meninggalkan pekerjaan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pengurus IKA UHT BAKARNANGSIJORI periode 2026–2029. Kepengurusan sebelumnya yang dipimpin Herdiangga–Aditya secara resmi menyerahkan estafet organisasi kepada kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Andika–Nasyeh.

Kepengurusan baru tersebut diharapkan semakin memperkuat jejaring alumni Universitas Hang Tuah sekaligus menjadi jembatan kolaborasi antara almamater, dunia industri, dan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan SDM maritim di kawasan perbatasan Indonesia.@ ijin ftik tadi saya tambahi statementb rektor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *