SHANGHAI –Infoberita-news.com Kehadiran KRI Bima Suci di Shanghai, China, dimanfaatkan Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya untuk memperkuat diplomasi maritim Indonesia. Salah satunya dengan melakukan kunjungan ke kapal perang Angkatan Laut China jenis Escort Class yang bersandar di Pangkalan Angkatan Laut Wusong (Wusong Naval Base), Shanghai.

Dalam kunjungan tersebut, Pangkoarmada II disambut langsung oleh Komandan Kapal Wang Yong. Alit Jaya berkesempatan meninjau berbagai fasilitas dan melihat secara langsung kemampuan kapal perang jenis Escort Class yang menjadi salah satu unsur penting dalam armada Angkatan Laut China.
Kapal jenis Escort Class dikenal sebagai kapal pengawal cepat yang memiliki kemampuan dalam operasi anti kapal selam, pertahanan udara, serta pengawalan kapal utama di laut. Kapal ini berperan penting dalam menjaga keamanan armada dan mendukung berbagai operasi maritim.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II Kolonel Laut (P) Antonius Februar mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara Indonesia dan China di bidang kemaritiman.
“Selain memperkuat diplomasi maritim Indonesia, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan hubungan bilateral dan profesionalisme antar angkatan laut kedua negara,” ujarnya.
Sebelum meninjau kapal perang tersebut, Pangkoarmada II terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan Komandan Shanghai Naval Base Laksamana Muda Bao Daohua. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai bentuk penguatan kerja sama serta persahabatan antara TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut China.
Kunjungan Pangkoarmada II ke Shanghai dilakukan bersamaan dengan pelayaran KRI Bima Suci dalam misi Kartika Jala Krida (KJK) 2026. Kapal latih kebanggaan TNI AL itu membawa 79 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-73 yang tengah menjalankan pelayaran diplomasi dan pelatihan internasional.
Shanghai menjadi negara persinggahan keenam dari total delapan negara yang dikunjungi KRI Bima Suci dalam pelayaran KJK 2026. Sebelumnya, kapal tersebut telah singgah di Vietnam sebelum melanjutkan pelayaran ke China.
Selama empat hari berada di Shanghai, para Taruna AAL dijadwalkan mengikuti berbagai kegiatan diplomasi dan kebudayaan. Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah penampilan marching band Genderang Suling Jala Gita Taruna di Monumen Shanghai People’s Heroes sebagai bagian dari promosi budaya Indonesia di tingkat internasional.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, KRI Bima Suci tidak hanya menjadi sarana pelatihan bagi para taruna, tetapi juga menjadi duta diplomasi maritim Indonesia dalam mempererat hubungan persahabatan dengan negara-negara sahabat.