Bangkalan, Infoberita.com – 07 juni 2026– Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hang Tuah Surabaya menggelar kegiatan D’Edukasi 2026 dan Pengmas sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang menyasar sekitar 1.000 santri Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan. Kegiatan yang meliputi edukasi kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan gigi, pemberian Topical Application Fluoride (TAF), serta sikat gigi bersama ini merupakan salah satu rangkaian acara DENTISPHERE 6, agenda akademik dan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah Surabaya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah Surabaya, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Bangkalan, IKORGI Surabaya, perwakilan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), para ustaz pendamping, serta para santri Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan.
Acara diawali dengan sambutan dari berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Dinas Kesehatan Bangkalan, Ketua PDGI Bangkalan, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil, Ketua IKORGI Surabaya, Ketua DENTISPHERE 6, dan Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah Surabaya. Dalam sambutannya, para narasumber menekankan pentingnya edukasi kesehatan gigi dan mulut sebagai langkah preventif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
Sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat, D’Edukasi 2026 menghadirkan sesi Dental Health Education (DHE) yang memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Para santri mendapatkan pemahaman mengenai cara menyikat gigi yang baik dan benar, pentingnya menjaga kebersihan rongga mulut, serta pencegahan berbagai penyakit gigi dan mulut yang sering dialami remaja.
Selain edukasi kesehatan, para peserta juga memperoleh wawasan mengenai dunia pendidikan tinggi melalui sesi Pengenalan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah Surabaya. Dalam sesi tersebut, para santri diperkenalkan dengan kehidupan perkuliahan, proses pendidikan dokter gigi, serta berbagai peluang karier di bidang kesehatan.
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang terjalin, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah Surabaya menyerahkan plakat kepada Pondok Pesantren Nurul Cholil. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama seluruh tamu undangan dan peserta.
Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gigi, pemberian Topical Application Fluoride (TAF), serta SIGIBER (Sikat Gigi Bersama) yang melibatkan sekitar 1.000 santri. Pemeriksaan gigi dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi dan mulut para santri sekaligus memberikan edukasi personal mengenai perawatan gigi. Selain itu, dilakukan pula aplikasi fluor topikal (TAF) sebagai upaya preventif untuk membantu memperkuat email gigi dan menurunkan risiko terjadinya karies gigi.
Setelah mendapatkan pemeriksaan dan aplikasi fluor, para santri mengikuti kegiatan SIGIBER sebagai praktik langsung cara menyikat gigi yang baik dan benar sesuai materi yang telah diberikan sebelumnya. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut secara berkelanjutan di lingkungan pesantren.
Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah Surabaya menyampaikan bahwa kegiatan D’Edukasi 2026 merupakan wujud komitmen institusi dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Sebagai bagian dari rangkaian DENTISPHERE 6, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi dan pelayanan kesehatan gigi bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, pemerintah daerah, Muslimat NU, dan lembaga pendidikan pesantren dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan yang melibatkan sekitar 1.000 santri ini, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah Surabaya berharap dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini serta mewujudkan generasi muda yang lebih sehat dan berkualitas. Kegiatan D’Edukasi 2026 ditutup dengan doa bersama dan harapan agar seluruh ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari(***)