FKG UHT Gelar Festival dan Seminar Entrepreneurship dengan tema “BRACES”(Branding, Resilience, Advertising, Creativity, Entrepreneurship, and Strategy), mencetak Dokter Gigi Berjiwa Entrepreneur

Uncategorized

SURABAYAInfoberitanews.com– Festival dan Seminar Entrepreneurship 2026 yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hang Tuah (UHT) resmi dibuka melalui prosesi pemotongan pita oleh Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, dan Dekan FKG UHT, Rabu (10/6/2026).

Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian pameran produk kreatif dan inovatif hasil karya mahasiswa yang mengangkat tema kewirausahaan di bidang kesehatan dan kedokteran gigi. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan berinovasi sekaligus mengembangkan jiwa entrepreneur sejak di bangku kuliah.


Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah dengan Perhimpunan Biologi Oral Indonesia (PBOI) Komda Jatim, Bali, Sulawesi, Kalimantan, dan Wilayah Timur.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah, Dr. Kristanti Parisihni, drg., M.Kes., PBO, bersama Prof. Dr. Dian Mulawarmanti, drg., MS., PBO, selaku Ketua Perhimpunan Biologi Oral Komisariat Daerah Jawa Timur, Bali, Sulawesi, Kalimantan, dan Wilayah Timur.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan keilmuan biologi oral. Melalui MoA ini diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang kedokteran gigi.

Selain itu, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah juga menjalin kerja sama dengan TPMDG Cavita Dental Health Malang. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Dekan FKG UHT bersama drg. I Ketut Agus Prasetyo, MH.Kes., FICD, selaku Pemilik Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi (TPMDG) Cavita Dental Health Malang, yang juga merupakan Alumni FKG UHT dan pengurus cabang PDGI Malang Raya.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan, pengembangan kompetensi mahasiswa, praktik lapangan, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dan wawasan yang lebih luas mengenai pengelolaan fasilitas pelayanan kesehatan gigi di dunia praktik.

Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah, Dr. Kristanti Parisihni, drg., M.Kes., PBO, mengatakan bahwa mahasiswa kedokteran gigi tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik dan klinis, tetapi juga perlu dibekali kemampuan berwirausaha agar mampu menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi tidak hanya memiliki kompetensi di bidang kedokteran gigi, tetapi juga mampu menjalin networking, melakukan branding, berkreasi dan menghasilkan berbagai produk yang bernilai manfaat serta memiliki potensi ekonomi,” ujarnya.

Menurut Drg. Kristanti, Festival dan Seminar Entrepreneurship menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, serta kemampuan mengubah ide menjadi produk yang memiliki nilai guna bagi masyarakat.

Berbagai produk kreatif ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari media edukasi kesehatan gigi dan mulut, aksesori bertema kedokteran gigi, hingga berbagai inovasi yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha mandiri.

Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Hang Tuah mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi di bidang kewirausahaan.

Menurutnya, perguruan tinggi saat ini tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga individu yang kreatif, inovatif, serta mampu menciptakan peluang di tengah perkembangan zaman.

“Kegiatan entrepreneurship seperti ini menjadi media yang sangat baik untuk membentuk mahasiswa yang mandiri, kreatif, dan inovatif. Kemampuan melihat peluang dan mengembangkan ide menjadi produk yang bernilai akan menjadi bekal penting ketika mereka memasuki dunia profesional maupun masyarakat,” katanya.

Selain pameran produk mahasiswa, kegiatan ini juga menghadirkan seminar entrepreneurship dengan narasumber Vito Dwiki Jalu, SE., MM., praktisi marketing profesional dari PT Nutrifood Indonesia yang merupakan mitra kerjasama FKG UHT. Dalam paparannya, ia membagikan pengalaman mengenai pengembangan produk, strategi pemasaran, serta pentingnya memahami kebutuhan konsumen dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.
Menurut Vito, keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kreativitas, tetapi juga kemampuan memahami kebutuhan pasar dan memberikan manfaat yang nyata bagi konsumen.

“Ketika membuat sebuah produk, kita harus memahami apa yang dibutuhkan masyarakat. Produk yang baik adalah produk yang mampu memberikan manfaat dan dapat diterima secara berkelanjutan. Karena itu, memahami perilaku konsumen dan melakukan riset pasar menjadi hal yang sangat penting,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Vito juga mengajak mahasiswa FKG Universitas Hang Tuah untuk berani mengembangkan ide-ide kreatif menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Menurutnya, kemampuan berinovasi dan memahami kebutuhan konsumen menjadi faktor penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan.

Narasumber lainnya, drg. I Ketut Agus Prasetyo, MH.Kes., FICD, pemilik TPMDG Cavita Dental Health Malang sekaligus alumni Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah, membagikan pengalaman mengenai pengelolaan dan strategi pemasaran fasilitas pelayanan kesehatan di era persaingan yang semakin kompetitif.

Menurut drg. Ketut Agus Prasetyo, tenaga kesehatan saat ini tidak hanya dituntut memiliki kompetensi klinis yang baik, tetapi juga kemampuan membangun layanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien. Strategi pemasaran yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk mulai memahami konsep manajemen dan pemasaran layanan kesehatan sejak dini. Menurutnya, kemampuan tersebut akan menjadi nilai tambah bagi lulusan kedokteran gigi ketika nantinya mengembangkan praktik mandiri maupun mengelola fasilitas pelayanan kesehatan.

Usai pembukaan, para pimpinan universitas meninjau stan-stan pameran mahasiswa yang menampilkan berbagai hasil karya dan produk inovatif. Antusiasme peserta terlihat dari beragam produk yang dipresentasikan kepada pengunjung selama kegiatan berlangsung.

Melalui Festival dan Seminar Entrepreneurship 2026, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya profesional di bidang kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga memiliki jiwa entrepreneur yang mampu menciptakan peluang usaha dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *