Surabaya — infoberitanews.com -Forum Komunikasi (FORKOM) Dokter Muda Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah (FK UHT) menggelar Basic Emergency Surgical Training (BEST) Batch 2 Tahun 2026 pada Sabtu-Minggu, 4–5 April 2026, di Gedung FK UHT, Surabaya.

Kegiatan ini diikuti oleh 35 dokter muda Angkatan 50 yang akan segera memasuki masa kepaniteraan klinik, khususnya pada stase bedah. Pelatihan tersebut menjadi bekal awal untuk meningkatkan kesiapan peserta dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan di bidang bedah.
BEST dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis bagi dokter muda agar mampu menangani kasus darurat secara cepat, tepat, dan terukur saat berada di lingkungan klinis.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta dibimbing langsung oleh tim instruktur nasional yang juga merupakan Dosen Pembimbing Klinis Bagian Bedah RSPAL. Para instruktur dikenal memiliki pengalaman luas dalam bidang pelatihan kegawatdaruratan bedah, sehingga materi yang diberikan bersifat aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan pemaparan materi dasar serta workshop basic suturing atau teknik penjahitan luka. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi pelatihan.
Memasuki hari kedua, peserta langsung mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh melalui sesi animal lab. Selain itu, dilakukan pula skills lab yang meliputi pelatihan airway management, prosedur cardiopulmonary resuscitation (CPR), serta berbagai teknik penanganan kondisi darurat lainnya.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah, Dr. Benny Jovie, turut memantau jalannya kegiatan. Ia menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi dokter muda sebagai bagian dari peningkatan kompetensi klinis.
Menurutnya, kegiatan BEST diharapkan dapat terus dilaksanakan secara konsisten mengingat tingginya minat peserta serta urgensi keterampilan kegawatdaruratan di bidang bedah.
“Pelatihan ini menjadi bekal penting agar dokter muda lebih siap menghadapi kasus nyata di lapangan, khususnya dalam situasi darurat yang membutuhkan ketepatan dan kecepatan tindakan,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan BEST Batch 2 Tahun 2026, FK UHT kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga medis yang kompeten, responsif, dan siap menghadapi tantangan di dunia pelayanan kesehatan.