Surabaya – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) generatif seperti ChatGPT menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan tinggi. Menyikapi hal tersebut, Rektor Universitas Hang Tuah (UHT), Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng., mendorong para dosen untuk bersikap adaptif dan mampu memanfaatkan teknologi AI secara bijak dalam proses pembelajaran.
Hal itu disampaikan saat membuka Workshop AI bertajuk “Dosen vs. ChatGPT: Strategi Transformasi Digital dalam Menghadapi Era AI Generatif”, Selasa (20/1/2026), yang digelar di Ruang Seminar Universitas Hang Tuah Lantai 2, Surabaya.
Workshop AI tersebut dilaksanakan selama dua hari dan dihadiri Wakil Rektor I dan Wakil Rektor III, Kepala LP3 Universitas Hang Tuah, serta diikuti oleh para dosen dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Hang Tuah. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis bagi sivitas akademika dalam merespons pesatnya perkembangan teknologi digital di sektor pendidikan.

Dalam sambutannya, Rektor UHT menekankan bahwa kehadiran AI generatif tidak boleh dipandang semata sebagai ancaman, melainkan harus dimanfaatkan sebagai peluang strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. Menurutnya, peran dosen ke depan tidak lagi hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator, pembimbing, dan pengarah berpikir kritis mahasiswa.
“Pemanfaatan AI harus disertai dengan strategi pedagogis yang tepat agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, tanpa mengabaikan nilai-nilai etika dan integritas akademik,” ujar purnawirawan bintang dua TNI Angkatan Laut tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa dosen perlu memahami cara kerja AI agar mampu membimbing mahasiswa menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, kreatif, dan produktif. Dengan demikian, pemanfaatan AI benar-benar menjadi alat pendukung pencapaian capaian pembelajaran, bukan menggantikan proses akademik yang esensial.
Workshop ini menghadirkan Hartoto, S.Pd., M.Pd., Ahli Teknologi Pembelajaran dari Universitas Negeri Makassar, sebagai narasumber utama. Selama dua hari pelaksanaan, peserta dibekali pemahaman konseptual hingga praktik pemanfaatan AI dalam pembelajaran, termasuk strategi integrasi ChatGPT secara kritis, inovatif, dan beretika di lingkungan perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, Universitas Hang Tuah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi digital dan inovasi pembelajaran, sejalan dengan dinamika global dan perkembangan teknologi mutakhir. UHT optimistis, dengan dosen yang adaptif dan visioner, perguruan tinggi mampu mencetak sumber daya manusia unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.(**)