PRI.COM – Surabaya – Rektor Universitas Hang Tuah (UHT), Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng., secara resmi membuka kegiatan Coaching Clinic Penyusunan Proposal Pengabdian kepada Masyarakat (Penmas) Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk pendanaan Tahun 2026, yang digelar pada Jum’at (19/12/2025).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hang Tuah ini menghadirkan narasumber nasional, Dr. apt. Oeke Yunita, S.Si., M.Si. dari Universitas Surabaya, yang merupakan reviewer hibah pengabdian kepada masyarakat tingkat nasional.
Dalam sambutannya, Rektor UHT menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan pilar strategis Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kini dituntut tidak hanya bersifat sosial, tetapi mampu memberikan dampak nyata, terukur, dan berkelanjutan, serta selaras dengan kebutuhan masyarakat dan agenda pembangunan nasional maupun global.

“Pengabdian kepada masyarakat harus menjadi instrumen transformasi pengetahuan dan solusi konkret atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Proposal yang disusun harus tajam dalam identifikasi masalah, tepat dalam solusi, dan jelas dampaknya,” tegas Rektor UHT.
Rektor juga menyoroti berbagai isu strategis nasional yang menjadi fokus pengabdian saat ini, antara lain ketahanan kesehatan masyarakat, ketahanan pangan dan gizi, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, transformasi digital, perubahan iklim, serta pengurangan kesenjangan wilayah, khususnya di kawasan pesisir dan kepulauan.
Sebagai perguruan tinggi yang memiliki keunggulan di bidang kelautan dan kemaritiman, Universitas Hang Tuah dinilai memiliki posisi strategis untuk menghadirkan program pengabdian yang kontekstual dan relevan, terutama bagi masyarakat pesisir dan wilayah dengan keterbatasan akses layanan dasar.
Pada kesempatan tersebut, Rektor UHT juga memaparkan sejumlah indikator utama penilaian proposal pengabdian oleh reviewer Kemdiktisaintek, antara lain ketepatan identifikasi permasalahan masyarakat, kesesuaian solusi dengan kebutuhan mitra, tingkat inovasi dan pemanfaatan hasil penelitian, dampak serta keberlanjutan program, kelayakan pelaksanaan dan tata kelola, serta potensi luaran wajib dan tambahan seperti publikasi ilmiah, HKI, produk terapan, dan model pemberdayaan masyarakat.
Rektor mencatat adanya tren peningkatan capaian proposal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hang Tuah, dari satu proposal yang lolos pendanaan pada tahun 2024, meningkat menjadi sepuluh proposal pada tahun 2025. Oleh karena itu, pada pendanaan tahun 2026, ia berharap jumlah proposal yang lolos dapat meningkat secara signifikan seiring dengan peningkatan kualitas dan relevansi proposal yang diajukan dosen.
“Coaching Clinic ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dosen dalam menyusun proposal yang berkualitas dan sesuai dengan ekspektasi reviewer,” ujarnya.
Rektor UHT juga menyampaikan apresiasi kepada LPPM Universitas Hang Tuah atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan ini serta mendorong seluruh peserta untuk aktif berdiskusi dan menggali ide-ide pengabdian yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan Coaching Clinic ini secara resmi dibuka dengan ditandai pengucapan Bismillahirrahmanirrahim oleh Rektor UHT. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata kepada narasumber, sesi foto bersama, serta Forum Group Discussion (FGD) yang berlangsung interaktif untuk membahas strategi penyusunan proposal Pengabdian kepada Masyarakat agar selaras dengan skema hibah Kemdiktisaintek dan memenuhi indikator penilaian reviewer.9Red)