IBN.com -Madiun – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar pasar murah di Desa Kaibon Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, Kamis, guna menstabilkan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat menjelang Lebaran 2026.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pasar murah tersebut menjadi bagian dari upaya stabilisasi harga yang dilakukan secara sinergis dengan pemerintah kabupaten/kota.
“Program ini kami lakukan untuk saling melengkapi dengan yang sudah dilakukan bupati dan wali kota di berbagai titik. Harapannya sama-sama memaksimalkan stabilisasi harga karena menjelang Lebaran ada kecenderungan dinamika harga,” ujar Gubernur Khofifah.
Pihaknya menjelaskan bahwa pasar murah itu masih terus digelar di sejumlah daerah untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat, utamanya di momentum hari besar keagamaan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Iwan mengatakan kegiatan di Kabupaten Madiun tersebut merupakan pasar murah ke-58 yang digelar selama Ramadhan.
Menurut dia, pasar murah ini merupakan salah satu program Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk menjaga stabilitas harga serta membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Pasar murah hari ini adalah pasar murah yang ke-58. Ini salah satu program Ibu Gubernur untuk stabilisasi harga, terutama menjelang Idul Fitri. Kegiatan ini akan terus dilaksanakan selama bulan Ramadhan di berbagai wilayah Jatim,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harga pasar. Seperti telur ayam ras yang di pasaran sekitar Rp30 ribu per kilogram, di pasar murah dijual Rp22 ribu. Beras dijual Rp55 ribu per kemasan, sedangkan daging ayam yang biasanya sekitar Rp42 ribu per kilogram dijual Rp30 ribu per kilogram.
Iwan menyebut selisih harga tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan selama Ramadhan dan Idul Fitri.
Ia menambahkan kenaikan harga bahan pangan turut mempengaruhi inflasi di Jatim.
Di antaranya cabai rawit, ayam, dan telur ayam. Karena itu pemerintah terus melakukan berbagai langkah pengendalian agar harga tetap berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), salah satunya melalui kegiatan pasar murah.
Adapun, untuk mendapatkan bahan pokok di pasar murah, masyarakat tidak perlu membawa persyaratan khusus.
Warga yang datang ke lokasi hanya perlu mengambil kupon yang disediakan panitia untuk kemudian dilayani pembelian.
Warga Desa Kaibon sangat antusias mengikuti kegiatan pasar murah tersebut. Warga mengaku sangat terbantu karena bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.(Red)