Jelang Pemakaman Prof Amal Fathullah Zarkasyi, Gontor Lepas Ulama Pejuang Pesantren

Uncategorized

admin

PRI.COM=Ponorogo – Pondok Modern Darussalam Gontor bersiap melepas salah satu pimpinan terbaiknya. Prof. KH. Amal Fathullah Zarkasyi dijadwalkan dimakamkan pada Minggu (4/1/2026)i, di pemakaman keluarga PMDG. Prosesi pemakaman menjadi penutup perjalanan panjang seorang ulama-intelektual yang mengabdikan hidupnya untuk pesantren dan pendidikan tinggi Islam.

Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum akan disalatkan di Masjid Jami’ PMDG Kampus Pusat. Dari masjid itu pula, langkah terakhir Prof. Amal Fathullah Zarkasyi akan diantar menuju pemakaman keluarga pondok. Di mana tempat para pendahulu Gontor dimakamkan, sekaligus simbol kesinambungan perjuangan.

Jelang prosesi pemakaman, suasana di lingkungan pondok terasa khidmat. Ribuan santri, alumni, dan keluarga besar PMDG larut dalam doa. Kepergian almarhum bukan hanya kehilangan figur pimpinan, tetapi juga berakhirnya satu fase penting perjalanan Gontor di bidang pendidikan tinggi dan perjuangan pesantren.

Perwakilan keluarga almarhum, Hamid Fahmi Zarkasyi, mengungkapkan bahwa sakit panjang yang diderita Prof. Amal menjadi pengingat akan makna ujian dan pengampunan dalam Islam.

“Almarhum sakit yang cukup lama, saya kemudian mengingat kepada hadist nabi. Orang muslim yang sakit ditimpa oleh penyakit akan dihapuskan dosanya oleh Allah sebagaimana Allah menjatuhkan daun-daun dari pohonnya. Mudah-mudahan beliau dengan sakitnya ini diampuni seluruh dosa-dosanya,” ungkap Hamid.

Di hadapan para pelayat, Hamid juga mengenang almarhum sebagai sosok yang tak pernah berhenti memikirkan masa depan Gontor, khususnya Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Prof. Amal disebut sebagai figur sentral dalam ikhtiar mewujudkan amanat piagam wakaf agar Gontor memiliki universitas yang kokoh dan berdaya saing global.

“Beliau adalah mantan rektor unida yang sangat bersemangat untuk merealisasikan piagam wakaf, bahwa Gontor harus punya universitas. Yang melobi beberapa pihak termasuk menteri-menteri dilobi. Beliau orang yang selalu mencari bagaimana baiknya unida ini terus maju,” kata Hamid yang saat ini menjabat sebagai Rektor UNIDA Gontor.

Semangat itu, menurut Hamid, juga tercermin dari upaya almarhum membangun jejaring internasional. Prof. Amal aktif membuka kerja sama dan MoU dengan berbagai lembaga pendidikan di luar negeri, menjadikan UNIDA Gontor terhubung dengan dunia global tanpa meninggalkan jati diri pesantren.

“Beliau juga yang mencari MoU di seluruh dunia, semangat yang luar biasa yang perlu kita warisi bersama, kemudian beliau mempunyai jaringan yang sangat luas. Setiap orang yang kenal dengan beliau akrab. Ini sesuatu yang perlu kita contoh,” ungkapnya.

Tak hanya di ranah pendidikan tinggi, peran Prof. Amal Fathullah Zarkasyi juga tercatat kuat dalam perjuangan pesantren di tingkat nasional. Dia disebut memiliki andil besar dalam proses panjang hingga lahirnya Undang-Undang Pesantren. Sebuah tonggak penting bagi kemandirian lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

“Beliau orang baik, beliau yang mempunyai peranan besar, memperjuangkan pondok pesantren di Indonesia sehingga menjadi UU pesantren. Satu upaya gontor dan pesantren-pesantren di seluruh Indonesia tidak perlu ujian negara, perjuangan beliau, dari peraturan menteri yang beliau perjuangkan sampai turun undang-undang. Ini jasa beliau yang perlu kita ingat, kita teruskan perjuangannya,” cerita Hamid.

Atas nama keluarga, Hamid Fahmi Zarkasyi menyerahkan sepenuhnya prosesi pemakaman kepada Pondok Modern Darussalam Gontor. Prof. KH. Amal Fathullah Zarkasyi akan dimakamkan. Namun gagasan, perjuangan, dan teladan hidupnya tetap tinggal, mengalir di lorong-lorong pesantren, di ruang-ruang kelas universitas, dan di cita-cita besar pendidikan Islam Indonesia.

“Semoga kami atas nama keluarga menyerahkan jenazah ini ke pondok Gontor untuk dishalatkan di masjid,” pungkasnya. [end]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *