Infoberitanews.com-Surabaya, – Keberadaan Trans Jatim dan Trans Laut, akan dimaksimalkan Dinas perhubungan Pemprov Jatim untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jatim. Karenaya pihak Dinas Perhubungan akan makin memaksimalkan kinerja agar dua moda transportasi tersebut lebih maksimal dalam memberikan PAD bagi Jatim.
Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Jatim, Nyono, menyebutkan saat ini dua moda transportasi unggulan ini mampu memberi sumbangan PAD yang lumayan sginifikan, dan tercatat sebagai dinas no 2 sebagai penyumbang PAD, dengan posisi no 1 dipegang oleh Badan Pendapatan Daerah Pemprov Jatim.
“Kalau sekarang kami ditarget mencapai Rp 55 M. Dengan terobosan yang terus dan berinovasi tentunya ke depan bisa tembus Rp 100 M,” ujar Kadishub Jatim Nyono ditemui di DPRD Jatim usai hearing dengan komisi D DPRD Jatim, Rabu (28/01/26).
Nyono menjelaskan, jika Bapenda menangani soal pajak pihaknya juga akan berinovasi dengan meraih pendapatan melalui iklan di Trans Jatim, Trans Laut, dan Terminal On Sistem (TOS).
“Lewat iklan atau reklame di Trans Jatim, dan juga pendapatan biaya penggunaan fasilitas oleh Bus angkutan umum yang masuk ke Terminal milik Pemprov lewat TOS atau terminal On Sistem serta Translaut di Paciran dan Banyuwangi, alhamdulillah kita bisa dapat 1 miliar,” ungkap Nyono.
Khusus untuk TOS kata Nyono masih diujicoba di 5 terminal milik pemrov, diharapkan nantinya TOS ini bisa diberlakukan di 29 terminal yang menjadi milik Pemprov Jatim.
Sementara khusus Trans Jatim terus berprogres dengan melakukan penegembangan dan penambahan armada. Dengan berupaya merencakan jalur yang mendekat ke pusat-pusat wisata. “Sekarang ini masih terbatas anggaran, namun ketika nantinya ada tambahan anggaran maka target Trans Jatim di Gerbangkertarsusila akan tercapai,” jelasnya.
Soal permintaan agar Trans Jatim melayani rute Gadang- Kepanjen, Nyono mengaku masih terus melakukan kajian. “Dikaji terus karena juga ada permintaan dari bupati Malang agar diselesaikan,”pungkasnya (Arifin/Kominfo)