Surabaya –Pilarmaritim.com Komitmen Universitas Hang Tuah (UHT) dalam menciptakan kampus yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan kembali mendapat pengakuan. Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) UHT, Dr. Weni Endahing Warni., M.Psi., Psikolog, dipercaya menjadi narasumber pada Workshop Capacity Building PPKPT di Wilayah LLDIKTI VII yang digelar di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, Kamis (6/8/2026).


Kegiatan yang diinisiasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII dengan PL-PPKPT UNTAG ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta perwakilan Satgas PPKPT secara luring dsn lebih dari 150 peserta daring dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur dibuka langsung oleh
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII (Jawa Timur) saat ini dijabat oleh Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M.
Workshop bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya satgas PPKPT, menyamakan persepsi, serta meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam forum tersebut, Dr. Weni memaparkan pengalaman Universitas Hang Tuah dalam mengimplementasikan program PPKPT sebagai bagian dari upaya membangun budaya kampus yang aman, inklusif dan berkeadilan. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan PPKPT tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada komitmen seluruh sivitas akademika dalam membangun lingkungan yang saling menghormati dan berani mencegah segala bentuk kekerasan.
“Upaya pencegahan harus menjadi budaya bersama. Edukasi yang berkelanjutan, sistem pelaporan yang mudah diakses, pendampingan terhadap korban, hingga penanganan yang profesional menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kampus yang aman dan nyaman bagi seluruh warga kampus,” ujar Dr. Weni.
Ia menambahkan, Satgas PPKPT memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membangun sistem perlindungan di perguruan tinggi. Karena itu, peningkatan kapasitas anggota Satgas melalui forum seperti Capacity Building menjadi langkah penting agar setiap perguruan tinggi memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu keterampilan satgas dalam Psychological First Aid (PFA) harus ditingkatkan agar korban tertangani dengan tepat. Dalam paparannya Dr. Weni menyampaikan juga bahwa
PFA merupakan disiplin psikologis untuk terus mengembalikan pusat perhatian kepada orang yang paling terdampak oleh kekerasan. Dalam PFA respons awal atau penanganan harus selalu tertuju pada keselamatan, martabat dan kebutuhan korban.
Kepercayaan LLDIKTI Wilayah VII kepada Ketua PPKPT Universitas Hang Tuah sebagai narasumber menjadi bukti bahwa praktik implementasi PPKPT di UHT dinilai mampu menjadi contoh dan referensi bagi perguruan tinggi lainnya. UHT sendiri terus memperkuat komitmen melalui sosialisasi, edukasi, pembentukan budaya saling menghormati, serta penyediaan mekanisme pelaporan dan pendampingan yang berorientasi pada perlindungan korban.
Agung Yundi Behuda Sistawan, S.H., M.H. narasumber dari LLDIKTI VII menyampaikan bahwa Satga PPKPT Universitas Hang Tuah menjadi Perguruan Tinggi yang berkomitmen kuat dan berkembang pesat dalam pelaksanaan kerja PPKPT dalam program-programnya yang juga mendukung program LLDIKTI VII.
Selain Dr. Weni Endahing Warni., M.Psi., Psikolog, kegiatan Workshop Capacity Building ini juga menghadirkan narasumber Agung Yundi Behuda Sistawan, S.H., M.H. selaku Koordinator Pokja Mahasiswa LLDIKTI Wilayah VII, Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, S.H., M.H. selaku Ketua PPKPT Universitas Negeri Surabaya (UNESA), serta Irmashanti Danadharta, S.Hub.Int, M.A. selaku Ketua PL-PPKPT Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Melalui kegiatan ini, LLDIKTI Wilayah VII berharap seluruh Satgas PPKPT di perguruan tinggi semakin siap menjalankan tugasnya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang aman, inklusif dan bebas dari segala bentuk kekerasan, sekaligus memperkuat kolaborasi antarkampus dalam mendukung implementasi kebijakan nasional di bidang PPKPT.