Malang –Infoberitanews.com Universitas Hang Tuah (UHT) terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi dosen melalui berbagai program pengembangan akademik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melaksanakan benchmarking ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Negeri Malang (UM) dalam rangka mempersiapkan pengajuan proposal sebagai perguruan tinggi penyelenggara Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan Applied Approach (AA).

Kegiatan benchmarking tersebut dipimpin oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (BP2) Universitas Hang Tuah, Dr. Dewi Setyowati, S.H., M.H., CISHR., C. Med. bersama tim pengembangan pembelajaran UHT.

Pada kunjungan pertama di Universitas Muhammadiyah Malang, rombongan UHT diterima oleh Kepala Lembaga Inovasi Pembelajaran (LIP) UMM, Prof. Dr. Mohammad Syaifuddin, M.M. Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi berdiskusi mengenai pengelolaan program PEKERTI dan AA, strategi peningkatan kompetensi pedagogik dosen, serta sistem penjaminan mutu pelatihan yang telah diterapkan UMM.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan benchmarking ke Universitas Negeri Malang dan diterima oleh Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LPPP), Prof. Dr. Lia Yuliati, M.Pd. Berbagai pengalaman dan praktik baik terkait penyelenggaraan pelatihan PEKERTI dan AA menjadi topik utama dalam diskusi, termasuk mekanisme penyusunan kurikulum, pengelolaan instruktur, hingga evaluasi program.
Kepala BP2 Universitas Hang Tuah menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking ini menjadi bagian penting dalam upaya UHT memperkuat mutu pembelajaran sekaligus meningkatkan kapasitas institusi dalam mendukung pengembangan profesional dosen.
“Melalui benchmarking ini, kami memperoleh banyak referensi dan praktik baik dari perguruan tinggi yang telah berpengalaman sebagai penyelenggara PEKERTI dan AA. Masukan yang kami peroleh akan menjadi bekal penting dalam penyusunan proposal serta penguatan sistem yang diperlukan di Universitas Hang Tuah,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan UHT menjadi penyelenggara PEKERTI dan AA nantinya tidak hanya akan memberikan manfaat bagi dosen di lingkungan internal universitas, tetapi juga membuka peluang kontribusi yang lebih luas dalam pengembangan kualitas pendidikan tinggi.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi. Selain berbagi pengalaman mengenai penyelenggaraan pelatihan dosen, pertemuan tersebut juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam bidang pengembangan pembelajaran, inovasi pendidikan, serta peningkatan mutu perguruan tinggi.
Melalui benchmarking ke UMM dan UM, Universitas Hang Tuah berharap dapat memperkuat kesiapan institusi dalam memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan serta mewujudkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan tinggi yang unggul. (Red)